Putih Yang Menjadi Hitam

Penulis | Rizky Fauzi Hasibuan

0
Mahasiswa KPI IAIN Bukittinggi

MINANGGLOBAL.ID, KHAZANAH – Orang baik belum tentu juga baik, orang jahat belum tentu jahat. Mungkin inilah yang akan terpintas di dalam benak kita jikalau sudah mendengar kisah tentang si ahli ibadah dan si ahli maksiat selama 40 tahun.

Suatu ketika Hiduplah seorang ahli maksiat yang sudah menggeluti perbuatannya selama 40 tahun . Mencuri, memperkosa, dan bahkan membunuh adalah suatu hal yang biasa dilakukannya. Pada suatu malam si ahli maksiat ini kembali melakukan pencurian di sebuah rumah. Begitulah rahmat Allah tak tau kapan datangnya dan kapan pula perginya.  Di malam yag sama  si maksiat  ini  merenungkan dosa yang ia lakukan selama 40 tahun. Dalam benaknya terpintas sambil berkata “ya Allah selama 40 tahun umurku, aku menghabiskan hidupku hanya untuk melakukan kejahatan saja. Mencuri, memperkosa, dan bahkan membunuh sudah aku kerjakan selama 40 tahun. Ya Allah apakah masih ada kata ampunan bagi ku yang hina ini ya Allah.”  Jelang beberapa saat maka timbullah ide dalam fikirannya untuk kembali ke jalan Allah yang lurus. Akan tetapi dia bingung mau mulai dari mana. Dalam benaknya berkata “ sudah 40 tahun lebih aku tak tau menau tentang islam bagaimana aku akan memulainya”

Di pagi harinya si ahli maksiat ini melihat nabiyalloh Musa A.S dan seorang ahli ibadah yang sudah mengikuti nabiyalloh musa selama 40 tahun berjalan dibelakang nabiyalloh Musa A.S melintasi sebuah pasar. Lantas dalam benaknya  ini terniang untuk mengikuti nabiyalloh Musa A.S. dengan maksud ingin meminta tolong kpd nabiyalloh musa agar mengajarinya kembali tentang kebaikan. akan tetapi karna dia merasa dirinya tdk pantas berjalan dibelakang nabiyalloh musa a.s maka dia pun memutuskan untuk berjalan dibelakang ahli ibadah tersebut. Di tengah perjalanan si ahli ibadah ini mulai mengetahui bahwasanya dia dan nabiyalloh musa a.s di ikuti oleh si ahli maksiat itu. Merasa takut nabiyalloh akan di bunuh oleh si ahli maksiat tersebut maka dia berjalan semakin cepat dan hendak memberitahu nabiyalloh musa a.s. melihat tingkah si ahli ibadah yang semakin cepat berjalan maka si ahli maksiat  ini juga semakin cepat dalam berjalan.

Melihat si pendosa ini semakin dekat dengan dirinya maka dia pun bergegas dengan berlari, begitu juga dengan si ahli maksiat melihat si ahli ibadah ini berlari dia juga berlari dan semakin cepat hingga ditengah perjalanan si ahli ibadah yang lari ketakutan tersebut terjatuh. Melihat si ahli ibadah ini terjatuh dengan spontan si ahli maksiat ini mendekat dengan maksud untuk menolong. Melihat si ahli maksiat mendekat si ahli ibadah juga semakin takut sambil berkata jangan bunuh aku.  Menangis hati si ahli maksiat ini mendengar ucapan dari si ahli ibadah sambil berkata dalam benaknya. Ya allah apakah memang begini sulit nya untuk berubah ya allah. Akan tetapi dia tdk menunjukkan rasa kesalnya kpd si ahli ibadah. Dengan nada yang rendah dia berkata sini aku tolong.  Akan tetapi si ahli ibadah ini menjawab dengan nada yang besar sambil  berkata jangan belagu sok baik bilang aja kamu mau membunuhku dan membunuh nabiyulloh musa a.s. MAendengar pertengkaran mereka nabiyalloh musa sontak dan terkejut mendekati mereka berdua sambil berkata apa yang terjadi…

Melihat nabiyalloh musa a.s mendekat si ahli maksiat pun mengucurkan segala isi hatinya. Ya nabiyalloh musa a.s aku mau bertaubat kpd Allah tetapi aku tdk tau bagaimana cara kembali kpd Allah karna sudah 40 tahun ini aku tdk peduli tentang islam. Apakah masih ada kesempatan bagiku untuk bertaubat ya nabiyalloh musa a.s.  Melihat si ahli maksiat bicara. Si ahli ibadah pun sontok menjawab sambil berkata kpd nabiyalloh musa jangan percaya dengan kata” nya wahai nabiyalloh. Dia ini hanya berpura pura dia ingin membunuh kita wahai nabiyalloh musa. Melihat situasi yang semakin tak terkendali, maka nabiyalloh musa mengatakan sebentar aku meminta petunjuk dulu sama Allah swt. Jelang beberpa saat nabiyalloh musa pun mendapatkan jawaban atas permasalahan itu. Sambil berkata kpd mereka berdua.  Wahai saudaraku berkata kpd si ahli maksiat Allah swt sudah menerima taubatmu dan telah menghapuskan segala dosamu selama 40 tahun.

Dan wahai saudaraku berkata kpd si ahli ibadah selama 40 tahun engkau sudah mengenal islam dan bertaqwa kpd Allah akan tetapi pikiran dan hatimu telah mengalahkan iman mu. Wahi saudaraku ibadah yang engkau lakukan selama 40 tahun ini sudah digantikan Allah dengan dosa yang dilakukan oleh si saudara mu ini dan pahala yang kau cari selama ini sudah pindah kepada nya.  Melihat hal tersebut si ahli maksiat pun sujud dan menangis dengan se jadi” nya sambil berkata terimakasih wahai nabiyalloh. Nabiyalloh berkata berterimakasihlah kpd Allah wahai saudaraku. Dan si ahli ibadah pun menangis sejadi jadinya sambil memohon kpd nabiyalloh musa ya nabiyalloh musa mintakan maaf kpd Allah ya nabiyalloh musa. Dengan tegas nabiyalloh musa mengatakan kpd si ahli ibadah wahai saudaraku Allah maha pengampun lagi maha penyayang istighfar lah dan mulai kembali dari awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here