Meski Gagal Menuju Nasional, Empat Siswa Madrasah Limapuluh Kota Berhasil Sabet Prestasi Gemilang Pada KSM Provinsi

Penulis: Adil Syadli | Editor: Zian

0

MINANGGLOBAL.ID, SUMBAR – Limapuluh kota, Empat orang siswa madrasah di Kabupaten Limapuluh Kota berhasil meraih juara pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sumbar.

Keempat siswa tersebut adalah Aqil Pratama Putra dari MTSS Koto Tangah berhasil menyabet juara II Mata Pelajaran Matematika Terintegrasi. Cahya Putri Kamila siswi MTSN 3 Limapuluh Kota meraih peringkat III Mata Pelajaran IPS Terintegrasi.

Selanjutnya Habib Marseki dari MTSN 6 Limapuluh Kota meraih harapan I Mata Pelajaran Matematika Terintegrasi. Dan Luthfy Zayyan siswa MIS Pasar Suliki berhasil menggotong harapan I Mata Pelajaran IPA Terintegrasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Limapuluh Kota, Naharudin bersyukur atas prestasi yang diraih oleh siswa dan siswi pejuang KSM tingkat Provinsi Sumatra Barat.

“Kita bersyukur sekali atas pencapaian siswa-siswi kita itu. Kerja keras yang membuahkan hasil. Meski belum ada yang meraih peringkat I, kita tetap mengapresiasi usaha mereka selama ini,” ujar Naharudin, Sabtu (25/09).

Dia mengatakan, prestasi yang diraih tersebut merupakan buah kerja keras para siswa.

“Merek adalah siswa terbaik Limapuluh Kota. Kita tidak bisa menafikan kerja keras mereka. Pencapaian mereka patut diacungi jempol. Semoga ke depannya semakin banyak siswa kita yang meraih prestasi di berbagai event yang akan datang” ujarnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Zulwitra menambahkan, Kabupaten Limapuluh Kota mengutus sebanyak 32 siswa untuk berlaga di KSM Tingkat Provinsi Sumatra Barat.

“Kita mengutus 32 orang, alhamdulillah 4 orang menyabet gelar juara. Namun semuanya sudah membanggakan,” ungkap Zulwitra.

Zulwitra menjelaskan, berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis KSM tahun 2021, siswa yang maju ke tingkat nasional hanya peraih juara pertama pada masing-masing tingkat satuan pendidikan dan pada masing-masing Mata Pelajaran yang dilombakan.

Artinya, siswa madrasah di Kabupaten Limapuluh Kota belum bisa melenggang ke tingkat nasional.

“Meskipun belum ada yang melenggang ke tingkat nasional, kami sangat mengapresiasi siswa-siswi yang sudah berusaha dengan maksimal” pungkas mantan Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here