Ilustrasi (Gambar oleh McElspeth dari Pixabay)

Mak, Maafkan (Aku Belum Wisuda)

Mak,
Maaf Anakmu, belum Wisuda

Mak,
Apakah Mak marah?
Jika aku jujur tentang sebuah agenda wisuda kampusku

Mak tahu?
Hari kemaren, adalah cerita bahagia teman-temanku

Mak,
Mereka pajang foto
Pakai toga, lilitkan selempang tertoreh nama dan gelar mereka
Bapak dan mak mereka tersenyum, lihat anaknya sarjana

Jujur Mak,
Aku iri, iba
Sungguh!!

Aku tahu,
Mak di kampung, menungguku selesaikan studi ini

Mak,
Bukan tak sanggup wisuda
Aku tak bodoh,
IPK ku juga tak kalah
Bukan pula skripsi payah

Hari ini,
Aku ingin jujur Mak
Sekali lagi, semoga mak tak marah
Aku hanya gamang masa depan
Karena sekian tahun pula kiranya, aku di perantauan ini

Aku pikir,
Andai aku wisuda
Dan setelahnya, tak dapat kerja layak
Aku malu pulang Mak
Aku malu gelar sarjanaku
Aku malu senyummu saat aku wisuda
Berbalas dengan kerjaku ke sawah (nanti)
Memang tak hina Mak
Tapi ingin mak tentu,
Lihatku berpakaian rapi

Oya mak,
Sejak setahun lalu, aku seorang jurnalis
Wartawan kata orang-orang Mak

Yah…
Meski sampai hari ini, belum menerima upah layak
Tapi ku janji, untuk berjuang
Dan wisuda, segera!!!

Mak,
Semoga, Mak lihatku berpakaian rapi (nanti)

Kelak..
Bahkan, sudut bajuku
Tak akan kusut setiba di rumah

Oya mak…
Aku sedang mencoba peruntungan pewarta nasional
Semoga jelang wisuda, semua terkabul
Jika aku beruntung, ku kabarkan padamu Mak

Aku tidak cengeng Mak,
Hanya bercerita, tentang sebuah alasan
Kenapa aku tak kunjung wisuda


Aku yakin Mak,
Tuhan tak buta
Usahaku tak kan sia-sia.
(Z)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here