MINANGGLOBAL.ID, Sumbar – Payakumbuh,- Kementerian Agama Kota Payakumbuh terus mematangkan sejumlah agenda strategis yang akan melibatkan jajaran ASN dan keluarga besar Kemenag. Tidak hanya menghadirkan kegiatan hiburan melalui Solo Song ASN, rangkaian agenda Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke 81 juga diarahkan pada penguatan kepedulian sosial dan pelayanan kemasyarakatan melalui kegiatan kesehatan, bakti sosial, hingga berbagai perlombaan keagamaan.
Persiapan tersebut dibahas secara intensif oleh panitia pada 27 Oktober 2026, dengan sejumlah agenda yang dirancang untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus menggali potensi dan kreativitas ASN di Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke 81 tahun 2027
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Dr. H. Hendri Yazid, S.PdI, MM, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama ini hendaknya tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga memberikan manfaat dan memperkuat semangat kebersamaan.
“Kita ingin kegiatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke 81 ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Kementerian Agama. Setiap kegiatan hendaknya memiliki nilai manfaat, baik dalam penguatan keagamaan, kepedulian sosial, kesehatan maupun peningkatan kreativitas ASN,” ujar H. Hendri Yazid.
Menurutnya, kegiatan yang dirancang perlu dipersiapkan secara matang agar pelaksanaannya berjalan tertib, profesional, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan membangun koordinasi yang baik. Yang paling penting, kegiatan ini harus memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Salah satu agenda utama yang dipersiapkan adalah Launching Solo Song ASN yang direncanakan berlangsung pada 10 atau 11 November 2026 bertempat di Aula Kemenag.
Di bidang kesehatan, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, yakni terapi kesehatan, khitan massal, dan donor darah. Sementara pada bidang sosial, direncanakan kegiatan bakti sosial/anjangsana serta berbagi paket berkah.
Panitia juga tengah membahas pengadaan pakaian olahraga. Dua alternatif yang disiapkan yakni pengadaan melalui panitia atau pengadaan secara mandiri dengan menerapkan dress code yang sama.
Tidak kalah penting, bidang perlombaan juga mendapat perhatian. Panitia mengusulkan agar kegiatan lomba tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi sekaligus menjadi wadah untuk menjaring calon peserta yang potensial mengikuti kegiatan seperti Pentas PAI dan MTQ.
Sejumlah perlombaan yang diusulkan antara lain MTQ antarpenyuluh dan penghulu, tilawah untuk peserta anak RA/TK, serta lomba dari DWP. Panitia juga mengusulkan peningkatan nilai hadiah agar lebih menarik dan mampu meningkatkan semangat peserta dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Untuk memastikan seluruh perlombaan berjalan terarah dan profesional, juknis masing-masing lomba akan disiapkan oleh seksi/Pj. lomba dengan mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Payakumbuh tidak hanya ingin membangun suasana kebersamaan di lingkungan ASN, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai keagamaan, sosial, kesehatan, kreativitas, dan pelayanan kepada masyarakat. (F)

























