MINANGGLOBAL.ID, Sumbar – Payakumbuh,-Sosok camat perempuan, Dewi Mulia, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat berkat gaya kepemimpinannya yang dinilai humanis dan inspiratif. Tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, ia juga dikenal dekat dengan warga serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam kesehariannya, Dewi Mulia tampil sederhana dengan balutan seragam aparatur sipil negara. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan komitmen kuat dalam mengemban amanah sebagai pemimpin wilayah. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Seorang pemimpin tidak cukup hanya bekerja di balik meja. Kehadiran di tengah masyarakat adalah kunci untuk memahami kebutuhan mereka,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan empati membuat Dewi Mulia tidak hanya dipandang sebagai pejabat struktural, tetapi juga sebagai figur “ibu” yang mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Ia aktif mendorong program pemberdayaan perempuan, pembinaan generasi muda, hingga penguatan nilai-nilai sosial di lingkungan masyarakat.
Pengamat pemerintahan daerah menilai, gaya kepemimpinan seperti ini menjadi contoh penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Peran perempuan dalam kepemimpinan publik dinilai semakin menunjukkan kontribusi signifikan, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dalam membangun kedekatan sosial.
Kisah Dewi Mulia sekaligus menjadi refleksi bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk tampil sebagai pemimpin yang kuat dan berpengaruh. Ia dinilai berhasil menyeimbangkan peran sebagai pejabat publik dengan sentuhan kepemimpinan yang penuh kepedulian.
Dengan komitmen dan dedikasinya, Dewi Mulia diharapkan terus menjadi inspirasi, tidak hanya bagi masyarakat di wilayahnya, tetapi juga bagi perempuan Indonesia untuk berani mengambil peran dalam ruang-ruang strategis pembangunan.
























