Sejarah Baru HMPS KPI: Perempuan Pertama Terpilih Sebagai Ketua Umum Periode 2026

0

MINANGGLOBAL.ID, Sumbar – Bukittinggi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) mencatat sejarah baru dengan terpilihnya perempuan pertama sebagai Ketua Umum periode 2026. Penetapan ini dilakukan melalui pemilihan umum mahasiswa yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diawasi Badan Pengawasan Pemilihan Umum (BAWASLU) dan Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (SEMA FUAD) di kampus UIN SMDD Bukitinggi (Kamis, 11/12/25 ).

Pemilihan Ketua Umum HMPS KPI 2026 berlangsung dalam konteks calon tunggal, setelah melalui dinamika panjang pada tahap pencalonan. Pada awal proses, terdapat dua pasang calon (paslon) yang keduanya merupakan perempuan. Namun, salah satu paslon dinyatakan gugur karena tidak melengkapi persyaratan administrasi pencalonan. Berdasarkan aturan yang berlaku. KPU, BAWASLU dan SEMA FUAD mengambil keputusan tegas dan menetapkan satu paslon sebagai calon tetap hingga hari pemungutan suara.

Ketua Umum HMPS KPI terpilih Ade Aulia Lubis menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan serta mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa KPI atas kepercayaan dan dukungan yang mengantarkan mereka pada posisi kepemimpinan. Mereka menegaskan bahwa dorongan kolektif dari kamerad KPI menjadi kekuatan utama dalam mengemban tanggung jawab satu tahun kedepan, bukan hanya itu kami juga berharap kamerad KPI sama-sama membangun KPI lebih maju, dan ini bukan berbicara apa gender yang memimpin tapi bagaimana kita sama-sama untuk berkembang.” Ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum HMPS KPI terpilih Sri Mulyani menegaskan
komitmennya untuk membangun kepemimpinan yang kolaboratif.

“Menanggapi keraguan atas kepemimpinan perempuan, pada dasarnya kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan kapasitas dan komitmen dalam memimpin Lembaga. Sebagai Perempuan pertama yang terpilih, kami berkomitmen menghadirkan perubahan nyata, khususnya mewujudkan nilai ‘KPI adalah keluarga’ agar tidak sekedar menjadi slogan, tetapi terasa dalam praktik organisasi, tapi kembali juga untuk membangun itu kita harus bergerak bersama-sama kamerad KPI” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMPS KPI periode sebelumnya, Fanky Albest Maulana Afdhan mengapresiasi proses demokrasi yang telah dilalui. Ia menilai kemunculan dua paslon perempuan pada awal pencalonan merupakan pola kepentingan politik diatas yang mempengaruhi kemunculan calon, namun ini juga indikator positif bagi arah organisasi.

“Ini membuktikan bahwa HMPS KPI adalah ruang belajar yang inklusif dan terbuka tanpa sekat gender. Saya berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan lebih progresif dan berdampak langsung bagi mahasiswa KPI,” ungkapnya.

Terpilihnya ketua dan wakil ketua Umum HMPS KPI 2026 dari kalangan perempuan dinilai menjadi simbol perubahan dan kemajuan organisasi. Meskipun pemilihan diikuti oleh calon tunggal, proses panjang sebelum hari pencoblosan menunjukkan bahwa HMPS KPI memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berkompetisi secara demokratis yang adil.

Kepemimpinan baru HMPS KPI periode 2026 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas kaderisasi yang solid, serta menjawab tantangan akademik dan sosial dengan perspektif yang lebih inklusif dan berkeadilan. ()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here